Logo Dinas / Sistem Pakar

Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Ayam

Dinas Pertanian & Peternakan Kabupaten Sikka

Metode: Certainty Factor & NLP
Informasi Penyakit Ayam

Newcastle Disease (Tetelo)

Berikut adalah panduan lengkap mengenai karakteristik, tanda klinis, penyebab, serta tindakan medis untuk penanganan penyakit ini.

Newcastle Disease (Tetelo)

Deskripsi Penyakit

Tetelo atau Newcastle Disease (ND) adalah penyakit yang menular secara pesat pada sesama ternak. Secara garis besar, ayam yang terkena penyakit Tetelo memiliki gejala klinis seperti gangguan pernafasan, pencernaan dan saraf disertai angka kematian tinggi.

Gejala Penyakit

Gejala umum ayam tampak pucat, lesu, posisi kepala tidak menentu (tengleng) atau leher terpelintir, dan warna kotoran kehijauan.

Terjadinya gangguan di bagian trakea.
Pernafasan pada ayam terganggu, dimana yang umumnya terjadi, ayam akan mengalami bersin-bersin, ngorok, batuk dan juga nafasnya tersendat.
Tubuh ayam akan cenderung terlihat tidak bertenaga.
Ayam mengalami penurunan nafsu makan dibandingkan pada hari-hari biasanya.
Apabila yang terjangkit adalah ayam betina, maka akan terjadinya penurunan terhadap produksi telur secara signifikan.
Kotoran ayam akan terlihat lebih encer dan berwarna hijau.
Pada kornea mata ayam terlihat keruh dan jenggernya berubah warna menjadi biru.
Sayap akan menjadi menurun.
Ketika sudah parah maka akan terjadi kelumpuhan saraf yang akan mengakibatkan kejang-kejang dan leher terpuntir ke arah bawah.

Penyebab Utama

Ayam yang terjangkit penyakit Tetelo disebabkan oleh virus ND, atau lebih spesifiknya disebut dengan galur virulen dari Avian Paramyxovirus type 1 (APMV-1) dari genus Avulavirus, subfamili Paramyxoviridae, famili Paramyxoviridae.

Virus ND ini seringkali menyebabkan dampak buruk pada ternak secara masif, penyakit Tetelo rentan menyerang segala jenis unggas yakni ayam, itik, kalkun, dan hewan ternak unggas yang lainnya.

Faktor kebersihan kandang, pencahayaan matahari dan sirkulasi udara yang tidak baik pun dapat jadi penyebab ayam terserang virus ND yang menyebabkan penyakit tetelo.

Penanganan & Pengobatan

Cara Mengobati
Langkah pertama yang harus dilakukan segera adalah langsung memisahkan ayam yang sudah terjangkit virus, guna menghindari penularan pada ayam yang lain.

Langkah kedua adalah melakukan pengobatan pada ayam yang terinfeksi. Penyakit Tetelo pada ayam memungkinkan untuk memberikan pengobatan dengan pemberian antibiotik yang bertujuan untuk mengobati infeksi sekunder akibat kuman.

Pemberian antibiotik akan lebih efektif jika dilakukan bersamaan dengan pemberian multivitamin agar stamina ayam cepat pulih dan meringankan infeksi yang terjadi.

Alangkah lebih baik untuk melakukan pencegahan daripada pengobatan, berkaitan dengan hal tersebut, setelah ini yang akan dibahas adalah bagaimana cara untuk melakukan pencegahan terhadap ternak ayam agar tidak terserang penyakit tetelo oleh virus ND.

Pencegahan

Karena penyakit Tetelo disebabkan oleh virus, maka cara pencegahannya yang dinilai paling efektif adalah menjaga imunitas ayam dengan melakukan vaksin.

Proses pemberian vaksin biasanya dilaksanakan dengan menggunakan vaksin ND Lasota pada ayam DOC yang genap berumur 18 hari.

Vaksin diberikan melalui air minum, dalam kondisi ayam yang sudah ‘puasa’ terlebih dahulu selama 2 jam. Prosesi tersebut dilakukan guna membuat ayam mengonsumsi air lebih banyak sehingga vaksin akan lebih optimal.

Pencegahan juga dapat dilakukan dengan cara rutin merawat sanitasi kandang, desinfeksi, menjaga kebersihan kandang, memastikan ternak mendapat sirkulasi udara dan matahari yang cukup, serta pemberian makanan dengan gizi yang cukup serta rajin mengamati kondisi ternak.

Tips & Rekomendasi Pakar

panduan langkah penanganan ala dokter hewan untuk meminimalkan penularan dan membantu pemulihan unggas:

1. Tindakan Cepat (Isolasi & Biosekuriti)
Pisahkan Ayam Sakit Segera: Pindahkan ayam yang menunjukkan gejala (leher terputar, lumpuh, atau napas ngorok) ke tempat terisolasi yang jauh dari kandang utama.

Sterilkan Kandang: Semprot area kandang utama dan peralatan dengan disinfektan untuk membunuh sisa virus.

2. Terapi Suportif (Bantu Daya Tahan Tubuh)
Berikan Vitamin & Elektrolit: Campurkan vitamin C, kompleks B, dan elektrolit ke dalam air minum untuk menjaga stamina dan mengurangi stres pada ayam.

Bantu Mapan/Makan: Ayam yang lehernya terputar (tortikolis) biasanya kesulitan makan. Bantu suapi makanan lunak atau berikan air minum secara perlahan menggunakan spuit/suntikan tanpa jarum.

Antibiotik Sekunder (Jika Diperlukan): Berikan antibiotik jika ada indikasi infeksi bakteri sekunder (atas petunjuk dokter hewan/petugas medis peternakan).

3. Penanganan Kematian & Pencegahan
Musnahkan Bangkai dengan Benar: Ayam yang mati akibat tetelo harus dibakar atau dikubur dalam-dalam (minimal 1 meter) lalu ditaburi kapur agar virus tidak menyebar melalui angin atau serangga.

Vaksinasi Kelompok yang Sehat: Vaksinasi ND (Newcastle Disease) hanya efektif untuk ayam yang masih sehat sebagai langkah pencegahan. Jangan memberikan vaksin pada ayam yang sudah menunjukkan gejala sakit.