Cacar ayam adalah penyakit cacar yang disebabkan oleh virus dari famili Poxviridae dengan genus Avipoxvirus. Berbeda dengan cacar pada manusia, cacar ayam bersifat zoonosis alias tidak bisa menginfeksi manusia.
Virus pox bisa menyerang lebih dari 60 jenis burung liar dari 20 famili, sedangkan empat strain utama virus ini dikenal menyerang kalkun, ayam, merpati, dan burung kenari.
Deskripsi Penyakit
Gejala Penyakit
Gejala & Ciri-Ciri Cacar Ayam pada Ayam
Cacar ayam terbagi menjadi dua kondisi, yaitu cacar kering dan cacar basah. Dalam kasus cacar ayam kering, ayam yang terserang akan tampak lemah dan kurus karena nafsu makannya yang menurun secara drastis.
Kutil juga bisa muncul di paruh yang membuat ayam kesulitan untuk makan. Ayam juga akan tampak tersengal-sengal nafasnya karena pertumbuhan kutil di pangkal paruh.
Sedangkan cacar ayam tipe basah lebih berbahaya, yang ditandai dengan munculnya bercak putih pada selaput lendir di mulut, tenggorokan, dan paru-paru ayam. Ini memicu terjadinya gangguan pernafasan pada ayam, yang pada gilirannya akan mempersulit ayam untuk makan.
Cacar ayam terbagi menjadi dua kondisi, yaitu cacar kering dan cacar basah. Dalam kasus cacar ayam kering, ayam yang terserang akan tampak lemah dan kurus karena nafsu makannya yang menurun secara drastis.
Kutil juga bisa muncul di paruh yang membuat ayam kesulitan untuk makan. Ayam juga akan tampak tersengal-sengal nafasnya karena pertumbuhan kutil di pangkal paruh.
Sedangkan cacar ayam tipe basah lebih berbahaya, yang ditandai dengan munculnya bercak putih pada selaput lendir di mulut, tenggorokan, dan paru-paru ayam. Ini memicu terjadinya gangguan pernafasan pada ayam, yang pada gilirannya akan mempersulit ayam untuk makan.
Penyebab Utama
Cacar ayam disebabkan oleh virus dari famili Poxviridae dan genus Avipoxvirus yang mana kasusnya dapat ditemukan di berbagai belahan dunia. Virus penyebab cacar ayam mudah menyebar melalui kerusakan kulit lepuh-lepuh karena di dalamnya terdapat virus pox.
Virus ini pada akhirnya akan menempel pada bulu, kerak luka, perlengkapan pakan dan tenggeran di dalam kandang. Dimana virus berbahaya ini terbawa bersama debu yang terbang di sekitar kandang.
Penularan cacar ayam juga bisa terjadi secara langsung melalui kontak dengan ayam yang sudah terkena. Penyebab lain yang bisa membantu penularan adalah serangga, seperti nyamuk Aedes dan Culex yang menularkan virus ini melalui gigitan. Lalat dan kutu juga bisa berperan sebagai penyebar virus ini.
Virus ini pada akhirnya akan menempel pada bulu, kerak luka, perlengkapan pakan dan tenggeran di dalam kandang. Dimana virus berbahaya ini terbawa bersama debu yang terbang di sekitar kandang.
Penularan cacar ayam juga bisa terjadi secara langsung melalui kontak dengan ayam yang sudah terkena. Penyebab lain yang bisa membantu penularan adalah serangga, seperti nyamuk Aedes dan Culex yang menularkan virus ini melalui gigitan. Lalat dan kutu juga bisa berperan sebagai penyebar virus ini.
Penanganan & Pengobatan
Untuk kasus cacar ayam, langkah pencegahan lebih penting. Penerapan biosekuriti yang baik adalah salah satu langkah terbaik, yaitu mencegah patogen masuk ke kandang ayam.
Caranya adalah dengan pembatasan akses masuk ke kandang secara sembarangan (tanpa disinfektan), pengisolasian terhadap ayam yang diduga sudah terserang cacar ayam, dan melakukan sanitasi kandang secara rutin.
Vaksinasi ayam juga bisa menjadi solusi pencegahan cacar ayam yang masih efektif, seperti pemberian vaksin pox pada ayam yang masih sehat pada umur 4 minggu. Diharapkan, semua upaya ini bisa menekan kasus cacar ayam yang bisa merugikan para peternak.
Caranya adalah dengan pembatasan akses masuk ke kandang secara sembarangan (tanpa disinfektan), pengisolasian terhadap ayam yang diduga sudah terserang cacar ayam, dan melakukan sanitasi kandang secara rutin.
Vaksinasi ayam juga bisa menjadi solusi pencegahan cacar ayam yang masih efektif, seperti pemberian vaksin pox pada ayam yang masih sehat pada umur 4 minggu. Diharapkan, semua upaya ini bisa menekan kasus cacar ayam yang bisa merugikan para peternak.
Pencegahan
Hingga saat ini, penyakit cacar ayam belum bisa diobati, tapi gejalanya bisa diringankan dengan penggunaan berbagai jenis obat dan antibiotik. Multivitamin juga bisa diberikan untuk mempercepat proses penyembuhan alami ayam.
Tips & Rekomendasi Pakar
Isolasi Segera: Pisahkan ayam yang terinfeksi agar bintik/kutil cacar tidak menular ke ayam lain.
Oleskan Antiseptik: Oleskan iodin povidon (Betadine) atau salep antiseptik pada kutil di area kulit/jengger untuk mencegah infeksi sekunder.
Jangan Dipaksa Dikupas: Biarkan kutil mengering dan terkelupas sendiri agar tidak memicu luka terbuka atau pendarahan.
Pemberian Vitamin Suportif: Berikan vitamin A dan multivitamin melalui air minum untuk mempercepat pemulihan jaringan kulit.
Bantu Makanan Lunak: Jika cacar tumbuh di area dalam mulut (cacar basah/diphtheritic), berikan pakan lunak yang mudah ditelan.
Basmi Nyamuk & Lalat: Semprot area sekitar kandang karena nyamuk dan serangga adalah vektor (penyebar) utama virus cacar.
Vaksinasi Kelompok Sehat: Berikan vaksin cacar (pox) pada kelompok ayam yang masih sehat sebagai langkah pencegahan.
Oleskan Antiseptik: Oleskan iodin povidon (Betadine) atau salep antiseptik pada kutil di area kulit/jengger untuk mencegah infeksi sekunder.
Jangan Dipaksa Dikupas: Biarkan kutil mengering dan terkelupas sendiri agar tidak memicu luka terbuka atau pendarahan.
Pemberian Vitamin Suportif: Berikan vitamin A dan multivitamin melalui air minum untuk mempercepat pemulihan jaringan kulit.
Bantu Makanan Lunak: Jika cacar tumbuh di area dalam mulut (cacar basah/diphtheritic), berikan pakan lunak yang mudah ditelan.
Basmi Nyamuk & Lalat: Semprot area sekitar kandang karena nyamuk dan serangga adalah vektor (penyebar) utama virus cacar.
Vaksinasi Kelompok Sehat: Berikan vaksin cacar (pox) pada kelompok ayam yang masih sehat sebagai langkah pencegahan.